Selasa, 22 April 2014

Subject Of Agreement

Indra Dwi Prasetyo
13210516
4EA16




Subject – Verb Agreement 

S-V agreement adalah structure dalam bahasa inggris, dimana antara subject dan verb nya harus sesuai, subject dan verb ato prediketnya itu harus sama Singular (tunggal) ato sama-sama plural (jamak).

 Sebelum kita belajar tentang subject-Verb agreement, saya akan menjelaskan sedikit tentang verb dan Subject itu. Ini supaya lebih mudah memahami subject verb agreement.

VERB

Verb, memiliki banyak pembagiannya. Ada yang membagi manjadi:

1.        Finite Verb

2.        Auxiliary Verb (Helping Verb)

3.        Linking Verb

4.        Transitive-Intransitive Verb

5.        Regular-Irregular Verb

But generally, based on the Function, ada 4 nich :

1.        Main Verb

Ex: Play, run, do, hate,dll

2.        Verb to be, kadang sering disebut sebagai helping verb.

ð   is, am ,are ,was, were, be, been.

3.        Auxiliary Verb

ð  Has, have , had ,do ,did , does

4.        Modal Auxiliary

ð  Can, may, will, shall, should, would, must, could, might, had to, etc.

SUBJECT

            It’s usually appear before verb. Biasanya muncul sebelum kata kerja. Ada beberapa bentuk subject. Some kinds, consist of:

1.      Noun

Eg        : That book is new ; The Apple is eaten by me.

2.      Pronoun

Eg        : She bought a new notebook.

3.      Gerund

Eg        : Swimming is her hobby.

4.      Noun Clause

Eg        : What she said is confusing

             How she refused the boy is unpredictable

Subject-Verb Agreement

Untuk Singular Subject, maka singular Verb. Begitu juga jika plural subject nya, maka plural pula verb nya.

Yang masuk kategori Singular =>

1.      Singular Subject + Singular Verb

Ex  : She teaches English every day.

        He has borrowed my comics.

        Mother gives me money every week.

2.      Each/Every + Singular Verb

Ex  : Each man, woman, and child in this room is sick.

Yang masuk ke kategori Plural =>

1.      Plural Subject + Plural Verb

Eg  : I teaches English every day.

              They have borrowed my novel.      

2.      (…  and … ) + plural verb

( Both . . . and . . . ) + plural Verb

Eg  : Mother and Father love me so much.

        Sinta and SIntia are my friend.

       Both dancing and Swimming are my Friends.

 

Exception, NIch Pengecualian nya . . yang gak pke system 2 pola di atas, yang udah diterangin sebelumnya..

1.      Kalau  “ Subject + (Phrase: In addition to, as well as, a long with, together with)+ Noun,”  => maka Verb nya tergantung Subject.

Eg        : The car (S) as well as the bike is washed.

             The students (S) together with the teachers attend to the flag ceremony.

2.     

+ Verb (TErgantung pada noun yang terdekat dengan verb (n2)

 

Kalau subject nya dalam bentuk correlative conjunction, Mereka tidak bisa diputuskan dalam kategori singular saja atau plural saja. maka Verb nya depend on the nearest noun atau noun yang kedua. 

Neither (noun 1) nor (noun 2)

Either (n1) or (n2

Not only (n1) but also (n2)

 

  Eg      : Neither the boy nor the girls are my family.

             Not only books but also the map is brought to the office.

 

EXAMPLE 


In addition to the daily activities of college I was exercising . Usually within a week I took myself to play futsal 1 or 2 times a week , and usually at home I also took time to play lifting weights for some time . I think a week without exercise the body feels a little bit heavy to move , and that's why I love to exercise such thing .

In addition to exercise , daily activities I use to play the game as refreshing of assignments , both online games and games available in the gadget . Because I think the game can help in refreshing the brain of the daily activities that require mind .

Actually I would rather spend his time at home rather than spend the time to hang out outside the house when there was no activity . Because I think it helps oranng old home is a must for me , and often I was also asked by my parents , both petrified for wiping the dishes , sweep , and as a driver I often do at home when I 'm not there any activities at home .



Sumber  

Buku       : Grammar For Teacher

Penulis     : Andrea DeCapua

Penerbit   : College Of New Rochelle

Edisi        : 2008 Springer Science+Business Media, LLC

 

 

 

 

MY EXPERIENCE 3

Indra Dwi Prasetyo
13210516
4EA16





On 4 April 2014 my futsal team futsal tournament organized by bem FIKTI Gunadarma University . When the first game my team won the match . Then my team go to the next round . In the next round I team to win the match and advance to the semifinals . In the semi finals the team I met great team of accounting faculty and Alhamdulillah my team won the game by a shootout and stepped into the final round . In the final round the team I met with a strong team of UKM to the majority of all the players in the team that has the qualities above - average , but with confidence and a strong team effort I managed to restrain their attack and force a draw in the match . To determine the winner 1 match continued into the shootout and again’s Alhamdulillah I managed to beat the UKM team 3-2 and won 1st place in the tournament .

MY EXPERIENCE 2

Indra Dwi Prasetyo
13210516
4EA16




Once upon a time when I was 5 years old, I was alone at home while mom and dad my brother go. At that time I was just plain ordinary home have no inkling or negative thoughts at home alone. The time was 16:00 just me getting to play marbles in front of the house with friends. And when I lost my marbles playing marbles take back my stash in the house, and when I took it in a bowl of marbles and my parents in the room there was a woman's voice that says 'NDRA WANT NOW WHERE IS ALMOST NIGHTLY' I instinctively ran to leave the house toward the field without locking my house, and finally when I got home at 18:00 and told my parents the incident and it is true in my house there are female spirits.

Jumat, 18 April 2014

MY EXPERIENCE 1


INDRA DWI PRASETYO
13210516
4ea16


September 24th is my birthday today. 22 Year old I mean now. I'm thankful God still add my age. As with the regular day I get up early, shower and then go to campus. Arriving on campus a few of my friends congratulated birthday and pray that I am always healthy longevity and so on. While the course is underway friend - my friend called me to leave the classroom, and my beloved come unexpectedly and brought birthday cake, about my beloved approached to blow out the birthday candles. Not long ago I immediately blew the candle and say thank you. Thank you dear I love you.


Selasa, 28 Januari 2014

TUGAS TULISAN BEBAS TENTANG MANAJEMEN

INDRA DWI PRASETYO
13210516
4ea16

Peran Pemasaran dalam Perusahaan dan Masyarakat


Pengertian Pemasaran

Peran manajer pemasaran dalam perusahaan berkaitan dengan jenjang manajerialnya, yakni jenjang korporet, jenjang unit bisnis strategik, dan jenjang operasional atau fungsional. Perusahaan yang berharap dapat berhasil perlu memfokuskan pada pemasaran. Filosofi seperti ini, disebut Konsep Pemasaran sangat membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan mengutamakan kepuasan konsumen melalui koordinasi dan integrasi antara bidang pemasaran dengan bidang kegiatan lainnya. Manajer pemasaran harus bekerja dengan banyak bidang lain dalam perusahaan yang satu sama lain saling bergantung dan mendukung dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Kegiatan-kegiatan pemasaran juga perlu dikoordinasikan dengan faktor-faktor lingkungan yang sebagian besar berada di luar kontrol perusahaan. Ini berarti bahwa perusahaan perlu lebih banyak mengarahkan karyawan melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran yang etis atau tidak bertentangan dengan norma lingkungan, dan produk-produknya memang aman sebelum diluncurkan. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, keputusan tentang produk diintegrasikan dengan keputusan-keputusan menyangkut harga, distribusi, dan promosi. Keempat instrumen pemasaran tersebut, yaitu produk, harga, distribusi dan promosi. Keempat instrumen pemasaran tersebut, yaitu produk, harga, distribusi dan promosi, dikenal dengan istilah bauran pemasaran.


PROSES MANAJEMEN PEMASARAN DAN STRATEGI PEMASARAN

Tugas-tugas Manajemen Pemasaran

Proses manajemen pemasaran dibahas menurut tahaptahapnya yang bermula dari penganalisisan pasar sampai dengan pengendalian pemasaran. Secara spesifik strategi dan perumusan strategi pemasaran diuraikan untuk memperjelas langkah-langkah penting yang harus dilakukan oleh seorang manajer pemasaran.


SEGMENTASI PASAR, PENENTUAN SASARAN PASAR, DAN PEMOSISIAN

Pasar dan Penggolongannya

Segmentasi pasar merupakan upaya untuk mengidentifikasi kelompok konsumen dengan cara mengelompokkan konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang kebutuhan dan keinginannya serupa. Pengelompokan yang dilakukan dapat menggunakan basis yang berbeda, seperti faktor demografis, geografis, faktor demografis pribadi, faktor psikografis dan keperilakuan. Konsep tentang segmentasi pasar berkaitan dengan pembedaan produk dalam hal kesamaan pasar sasarannya meskipun fokus kedua konsep tersebut berbeda.

Upaya untuk mensegmentasikan pasar akan menciptakan kelompok-kelompok pasar yang memiliki karakteristik berbeda. Upaya tersebut harus diikuti dengan upaya untuk menentukan pasar sasaran di antara segmen-segmen pasar yang telah diidentifikasi. Untuk itu, lima persyaratan harus dipenuhi, yaitu bahwa segmen pasar tersebut dapat diukur, dapat dimasuki, cukup besar, dapat dibedakan, dan dapat ditindaklanjuti. Adapun strategi yang dapat ditempuh untuk menentukan pasar sasaran adalah undifferentiated marketing, differentiated marketing dan concentrated marketing. Tiga macam pola preferensi pasar dapat dijadikan ancangan untuk memposisikan produk-produk perusahaan ke pasar sasaran yang diinginkan. Strategi yang ditempuh dalam pemosisian produk ini antara lain adalah strategi pemosisian kembali dan strategi perluasan merek.


PERILAKU KONSUMEN

Perilaku Konsumen: Deskripsi dan Model

Pemahaman perilaku konsumen baik konsumen akhir maupun pembeli industrial adalah sangat penting bagi pemasar. Keputusan konsumen dalam pembeliannya ditempuh melalui suatu proses, mulai dari pengenalan masalah, pencarian informasi, pengevaluasi alternatif, pengambilan keputusan beli, sampai pada evaluasi pasca beli. Proses keputusan tersebut dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik yang ada pada diri konsumen, seperti persepsi, pembelajaran, sikap dan keyakinan, motivasi, kepribadian, pengalaman, dan konsep diri, maupun faktor-faktor yang berasal dari lingkungan, seperti budaya, sub-budaya, kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, faktor situasional, nilai, norma, dan peran sosial, serta bauran pemasaran. Proses keputusan tersebut didasarkan pada sifat-sifat konsumen yang rasional.

Dalam pasar industrial, keputusan pembeliannya diambil juga melalui suatu proses, yaitu
(1) mengenali masalah (kebutuhan),
(2) menentukan karakteristik produk dan jumlah yang diperlukan,
(3) mendeskripsikan spesifikasi produk dengan tepat dan kebutuhan kritisnya,
(4) mencari dan menentukan kualifikasi sumber-sumber yang potensial,
(5) menerima dan menganalisis usulan,
(6) mengevaluasi usulan dan menyeleksi pemasok
(7) memilih dan melakukan pemesanan, dan
(8) mengadakan umpan-balik kinerja dan evaluasi.

Sedangkan situasi pembeliannya dapat digolongkan ke dalam tiga macam, yaitu: pembelian tugas baru, pembelian ulang, dan pembelian ulang langsung. Setiap pembeli industrial mempunyai pilihan pendekatan dalam pembeliannya, di antaranya adalah inspeksi, penyampelan, deskripsi, dan kontrak dengan negosiasi.

Motif utama dalam pembahasan perilaku beli konsumen maupun industrial adalah memahami proses keputusan tersebut, di samping perusahaan harus mempunyai posisi yang baik untuk memberikan informasi yang tepat kepada konsumen yang tepat pada waktu yang tepat. Model perilaku konsumen tersebut sangat membantu untuk mengarahkan kegiatan pemasaran agar dapat melayani konsumen maupun pembeli industrial secara lebih baik.


PENGELOLAAN PRODUK DAN PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Pengertian dan Penggolongan Produk

Pengelolaan produk yang ada didasarkan pada dikotomi arti produk, yaitu produk konsumen dan produk industrial, serta memfokuskan pada strateginya. Bagaimanapun juga konsep tentang bauran pemasaran yang pernah diuraikan di bab terdahulu dikaitkan dalam pengelolaan produk ini. Ekspansi dan kontraksi bauran produk, baik dari sisi lini produk maupun sisi jenis produk, menjadi bagian dari pengelolaan produk yang ada agar menciptakan efisiensi penawaran kepada konsumen.

Pengembangan produk baru telah diuraikan sebagai aktivitas yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan secara terus-menerus. Ini disebabkan oleh adanya daur hidup produk dari saat produk itu diperkenalkan sampai pada saat produk itu tidak ada lagi di pasaran karena sudah tidak diminati konsumen. Pengembangan produk baru ini akan menjaga eksistensi produk perusahaan di pasaran. Tahap-tahap yang perlu dilalui dalam pengembangan produk baru adalah tahap pencarian dan penyaringan ide tentang produk baru, tahap analisis bisnis, tahap pengembangan dan pengujian, tahap pengujian pemasaran, serta tahap komersialisasi.


DAUR HIDUP PRODUK

Peranan Daur Hidup Produk dalam Strategi Pemasaran

Daur hidup produk dapat memberikan indikasi tentang perkembangan suatu produk yang dapat diterima oleh konsumen. Ukuran yang menunjukkan perkembangan tersebut adalah tingkat penjualan produk, di samping juga tingkat keuntungan. Daur hidup produk yang dapat dilalui oleh suatu produk secara normal meliputi empat tahap, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.

Atas dasar kondisi pada masing-masing tahap tersebut perusahaan dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai. Perbedaan setiap tahap dalam daur hidup produk itu memerlukan strategi pemasaran yang berbeda pula. Strategi pemasaran yang dikembangkan didasarkan pada variabel bauran pemasaran dengan penekanan khusus pada salah satu variabel tertentu. Pada tahap perkenalan lebih diutamakan promosi, pada tahap pertumbuhan lebih diutamakan distribusi, pada tahap kedewasaan lebih diutamakan harga, dan pada tahap penurunan lebih diutamakan pengurangan biaya.


STRATEGI PENETAPAN HARGA

Harga: Pengertian dan Penetapannya

Pengertian harga adalah sangat penting dan menjadi titik awal bahasan ini. Kemudian diuraikan berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan suatu tingkat harga. Faktor-faktor tersebut meliputi
(1) kondisi perekonomian,
(2) penawaran dan permintaan,
(3) elastisitas permintaan,
(4) persaingan,
(5) biaya,
(6) tujuan manajer, dan
(7) pengawasan pemerintah. Besarnya pengaruh masing-masing faktor tidak selalu sama, bergantung pada kondisi yang sedang berlaku.

Setelah berbagai faktor dipertimbangkan maka harga dapat ditentukan melalui suatu proses yang terdiri atas sembilan tahap, yaitu:
(1) menentukan tujuan penetapan harga,
(2) memperkirakan permintaan untuk barang tersebut dan elastisitas harganya,
(3) mengantisipasi reaksi dalam persaingan,
(4) menentukan pangsa pasar yang dapat diharapkan,
(5) memilih strategi harga untuk mencapai pasar sasaran,
(6) mempertimbangkan kebijakan pemasaran perusahaan,
(7) memilih metode penghitungan harga,
(8) menetapkan tingkat harga, dan
(9) menyesuaikan struktur harga terhadap variasi dalam permintaan dan biaya di masing-masing segmen pasar. Berbagai contoh diberikan untuk memperjelas bahasan yang dimaksud.

Di bagian akhir bab ini dibahas ditambahkan dua bahasan praktis dengan contohnya, yaitu: (1) penentuan harga dasar dan laba yang diharapkan, dan (2) penetapan harga dasar dalam kondisi yang tidak pasti. Ini dimaksudkan, khususnya butir ke dua, untuk memberikan gambaran bahwa tidak semua kondisi yang dihadapi selalu bersifat pasti. Oleh karena itu, penetapan harga dalam berbagai alternatif tingkat harga perlu dilakukan untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan.


STRATEGI DISTRIBUSI

Pengertian Saluran Distribusi

Alasan-alasan yang menguntungkan untuk digunakannya perantara dalam saluran distribusi mendorong produsen untuk mengembangkan saluran distribusi tidak langsung, meskipun saluran distribusi langsung juga diperlukan dalam kondisi tertentu.

Perantara yang digunakan dalam saluran distribusi dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu perantara pedagang dan perantara agen. Masing-masing golongan dapat dibedakan lagi, yaitu perantara pedagang mencakup pedagang besar dan pengecer, sedangkan perantara agen mencakup agen penunjang dan agen pelengkap. Digunakan atau tidak digunakannya perantara tersebut telah memberikan berbagai pilihan alternatif distribusi, yaitu saluran distribusi untuk barang konsumen, baik saluran panjang atau tidak langsung maupun saluran pendek atau saluran langsung, dan saluran distribusi untuk barang industrial yang juga dapat berupa saluran panjang atau tidak langsung maupun saluran pendek atau langsung.

Dalam pemilihan saluran distribusi, produsen perlu mempertimbangkan berbagai faktor, seperti pertimbangan pasar, pertimbangan barang, pertimbangan perusahaan, dan pertimbangan perantara. Sedangkan untuk menentukan banyaknya penyalur, produsen mempunyai tiga alternatif pilihan, yaitu distribusi intensif dengan banyak penyalur pada tingkat pengecer, distribusi selektif dengan sedikit penyalur, dan distribusi eksklusif dengan satu penyalur yang langsung melayani pelanggan. Jika produsen sudah menentukan untuk menggunakan penyalur maka diperlukan pemilihan dan pengendalian saluran distribusi dengan mempertimbangkan biayanya.

Penentuan saluran distribusi bukanlah keputusan yang sederhana karena banyak hal yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, model keputusan distribusi dan strategi distribusi perlu dirumuskan secara cermat. Dalam buku ini dijelaskan adanya lima alternatif strategi distribusi untuk produk baru. Untuk menentukan alternatif mana yang dianggap terbaik, dapatlah digunakan penghitungan secara kuantitatif, yaitu dengan menggunakan metode nilai faktor tertimbang.


STRATEGI PROMOSI DAN PERIKLANAN

Pengertian Komunikasi Pemasaran

Bab Sembilan atau terakhir buku ini telah menguraikan pokok bahasan tentang strategi promosi dan periklanan. Komunikasi pemasaran menjadi topik awal bahasan mengingat perannya sebagai dasar bagi kegiatan-kegiatan promosi yang dilakukan oleh perusahaan. Kegiatan-kegiatan promosi itu, disebut juga bauran promosi, meliputi periklanan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, hubungan masyarakat, publisitas, dan pemasaran langsung. Dari ke enam kegiatan tersebut, bahasan yang terbanyak ditujukan pada kegiatan periklanan mengingat penggunaannya yang sangat luas di samping adanya keterbatasan ruang dalam buku ini.

Rencana promosi, kemudian diadopsi untuk rencana periklanan, juga dibahas, meliputi delapan tahap, yaitu: (1) penentuan tujuan promosi,
(2) pengidentifikasian pasar sasaran,
(3) penyusunan anggaran,
(4) pemilihan pesan,
(5) penentuan bauran promosi,
(6) pemilihan bauran media,
(7) pengukuran efektivitas, dan
(8) pengendalian dan pemodifikasian kampanye promosi. Beberapa tahap, khususnya tahap penyusunan anggaran dan tahap pemilihan media dibahas secara lebih ditail disertai contoh penerapan dengan menggunakan model kuantitatif seperti linear programming.

Kerangka AIDA dan Model Hierarki Pengaruh dapat dijadikan acuan untuk mengidentifikasi seberapa efektif suatu kampanye promosi atau periklanan itu dapat dicapai; pada akhirnya bermuara dalam bentuk pendorongan atau pembangkitan pembelian oleh konsumen. Konsumen akhir atau konsumen perdagangan seperti pengecer, akan menentukan strategi promosi yang dilakukan oleh perusahaan, apakah strategi menarik atau strategi mendorong.

SUMBER : http://lawlightmark.blogspot.com/2010/04/manajemen-pemasaran.html